Cara memilih akuarium arwana dan merawatnya sehari hari

Posted on

Akuarium yang baik untuk ikan Arwana ialah harus memiliki ukuran besar. Karena memerlukan ruangan gerak yang sama dengan besar tubuhnya. Bila akuarium menjadi
tempat hidupnya sangat sempit, arwana tidak bisa berjalan leluasa. Geraknya jadi hanya terbatas serta liukan tubuhnya tidak akan terlihat indah. Celakanya, kondisi
ini dapat menyebabkan arwana stres. Tentang ukuran baik akuarium ada yang memiliki pendapat, panjangnya minimal 3 kali badan arwana serta lebar 1 ,5 kali badan
arwana. Contohnya, panjang badan arwana 20 cm, panjang akuarium minimal 60 cm serta lebar 30 cm (60 x 30 cm). Selain itu, saran lainnya mengatakan, untuk
arwana memiliki ukuran 12—20 cm, ukuran akuarium yang baik ialah 80 x 40 cm. Berarti, arwana bisa dijaga di akuarium ini sampai panjangnya 20 cm. Lebih dari
itu, akuarium harusnya ditukar dengan yang semakin besar lagi. Tinggi akuarium cukuplah sesuai dengan panjang serta lebarnya, hingga terlihat baik dan
seimbang.

Contohnya, akuarium memiliki ukuran 60 x 25 cm, tingginya 25 cm (60 x 25 x 25 cm) serta ukuran 80 x 40 cm, tingginya 40 cm (80 x 40 x 40 cm). Demikian selanjutnya.
Menjadi, semestinya tinggi akuarium yang baik sama juga dengan lebarnya. Akuarium tempat pelihara arwana semestinya di bagİan atasnya diberİ tutup untuk menghindari
arwana melompat ke luar karena kaget, Kagetnya arwana dapat dişebabkan kegaduhan, kaca akuarium ditepuk• tepok, ada benda asing yang maşuk ke akuarium,
serta pergantian keadaan seperti dari gelap jadi jelas atau demikian sebaliknya. perlu untuk diketahui, arwana adalah type ikan Yang dapat melompat cukuplah tinggi.
Mengingat amana termasuk juga ikan type agresif, terpenting dalam menjaga daerah kekuasaannya, satu akuarium semestinya cuma di isi satu ekor arwana (soliter).
Dengan langkah tersebut, resiko arwana berkelah bisa dijauhi. Meski begitu, hal seperti ini tidak mutlak, tapi bergantung dari perlakukan pada arwana semenjak kecil.
Arwana yang masih tetap satu indukan serta terlatih dijaga bersama dengan pada sebuah akuarium, malah memberikan dampak positif. Masalahnya ada saran yang mengatakan
jika ingin arwana yang dijaga cepat besar, semestinya tidak dijaga dengan soliter, tapi dengan berkelompok. Dengan berkelompok, nafsu makannya
akan bertambah, karena pada intinya mereka condong suka berebutan pakan.

Baca Juga  Penyebab ikan arwana malas makan dan cara mengatasinya

 

Perawatan Akuarium

Akuarium untuk pelihara arwana mesti bersih serta higienis.Akuarium yang kotor otomatis bisa mengganggu kesehatan arwana. Sakit atau
masalah kesehatan jelas akan turunkan kualitas arwana, yaitu warna sisiknya jadi sirna serta perilakunya tidak gesit lagi. Akuarium Yang kotor ini dapat
dikarenakan penimbunan amonia (NH$) didalam air. Amonia berasal dari Bekas metabolisme pada badan ikan Yang di keluarkan dalam bentuk kotoran (feces). Kotornya
akuarium juga dikarenakan lumut atau ganggang Yang tumbuh di dinding-dinding akuarium. Lumut in begitu punya potensi jadi tempat bersarangnya sumber penyakit
(patogen). Bila teruS dilewatkan , lumut-lumut ini selalu tumbuh serta makin banyak, hingga mengakibatkan air cepat kotor atau keruh. Air Yang keruh daya ikatnya
pada oksigen begitu lemah. Makin keruh perairan, makin rendah juga kandungan oksigen terlarut di dalamnya. Keadaan ini begitu tidak aman buat arwana. Lainnya
perihal bila akuarium dalam keadaan bersih serta tertangani. Tidak hanya enak dilihat mata, air dalam akuarium tetap akan fresh, hingga keadaan fisik arwana masih
sempurna, sehat, fresh, serta menyenangkan. Bersihkan akuarium dikerjakan untuk mendukung keadaan lingkungan Yang baik buat keberlangsungan hidup arwana.
Masalahnya kualitas air Yang baik tidak lepas dari keadaan akuarium Yang bersih serta tertangani. Dengan keadaan lingkungan Yang baik, kesehatan arwana semakin lebih
terbangun. Dengan tehnis bersihkan akuarium dapatdilakukan dengan 2 Langkah, yaitu ganti air dengan keseluruhan atau cuma beberapa.

 

Mengganti Air Semua.

Menganti Air Ganti air dengan keseluruhan umumnya dikerjakan bila akuarium telah benar- benar kotor karena ditumbuhi lumut atau ganggang. Air didalam
akuarium dikuras habis serta arwana yang berada di dalamnya untuk sesaat waktu dipindahkan ke wadah lainnya. Dinding-dinding akuarium lalu digosok memakai kain
memiliki tekstur kasar (scrub) atau busa (spon). Setelah itu, akuarium dibasuh serta dikeringkan. Mengeringkannya bisa dikerjakan lewat cara menjemurnya di bawah
terik matahari, atau lebih praktis Iagi lewat cara mengangin-anginkannya sampai kering. Bila ingin ebih higienis Iagi, akuarium yang sudah dibersihkan
didisinfeksi lewat cara menggenangkan larutan potassium permanganat saat 1 2 jam dengan dosis 20—40 mg/liter air. Dengan langkah tersebut, bibit penyakit yang masih
ketinggalan di akuarium akan mati terbunuh. Kemudian, akuarium dibasuh memakai air bersih. Setelah itu, akuarium di isi air sesuai dengan dengan kapasitasnya dan
arwana telah bisa dimasukkan ke akuarium. Ganti air dengan keseluruhan memang bisa membuat keadaan air demikian fresh. Meski begitu, langkah tersebut berisiko
membuat ikan stres karena pergantian Suhu yang berlebihan. Masalahnya arwana mesti menyesuaikan dengan keadaan air yang betul-betul baru. Bila keadaan fisik arwana
tengah fit, proses rekonsilasi akan berjalan cuma sesaat, yaitu 5—10 menit. Akan tetapi, bila keadaan fisiknya tengah Iemah, arwana akan memerlukan waktu
lebih lama lagi sampai pada akhirnya bisa menyesuaikan. Bahkan juga sering, pergantian air dengan keseluruhan untuk beberapa ikan justru mengakibatkan kematian. Masalahnya
ketahanan badan tiap-tiap ikan berlainan , Karena itu, ganti air dengan keseluruhan semestinya tidak dikerjakan terus-terusan. Pergantian air dengan keseluruhan dapat
dikerjakan dalam periode spesifik bila akuarium serta beberapa bahan filter yang dipakai sudah betul-betul kotor serta mesti dibikin bersih.

Baca Juga  Solusi Jika ikan arwana anda tidak mau makan

Mengganti Air Sebagian

Bersihkan akuarium dengan langkah ganti air beberapa dapat disebutkan cukuplah praktis serta tidak banyak resiko. Masalahnya air
akuarium yang dikuras disisakan sekitar 2/3 volume akuarium, sedang 1/3-nya adalah air baru. Dengan begitu, pergantian suhu air dalam akuarium tidak
sangat berlebihan. Tehnik semacam ini bisa meminimalkan arwana stres karena dampak fluktuasi suhu. Dengan tehnis, bersihkan akuarium lewat cara ini
didahului dengan menggosok semua dinding kaca Waktu air lama masih tetap utuh (belumlah dikuras). Dinding kaca, baik sisi dalam ataupun sisi luar, digosok dengan
pembersih kaca bermagnet dengan rata. Penggosokan dikerjakan dengan hati- hati supaya tidak mengganggu kegiatan arwana yang ada didalam akuarium. Setelah itu, air
dikuras mengguna- kan Selang plastik penyedot air (sifon). Pengurasan air ini dikerjakan untuk kurangi kotoran yang larut dalam aira Air dihisap serta disisakan
sekitar 2/3 volume akuarium serta ditambahkan air baru sekitar 113 volume awal Bersihkan akuarium dengan langkah tersebut tak perlu keluarkan ikan. Ikan dibiarkan
masih ada di dalam akuarium. Bersihkan akuarium baiknya dikerjakan dengan berkala. Contohnya 5 hari sekali atau satu minggu sekali. Hal seperti ini dikerjakan untuk
hindari arwana stres karena akuariumnya terus-terusan dikuras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *